BAB
1
PENDAHULUAN
HAKIKAT
DAN RUANG LINGKUP ISBD
Ilmu
Budaya adalah suatu ilmu pengetahuan mengenai aspek-aspek yang paling mendasar
dalam kehidupan manusia sebagai makhluk berbudaya.
A. Pengertian
Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Sosial Budaya Dasar (ISBD) adalah sebagai
integrasi ISD dan IBD yang memberikan dasar-dasar pengetahuan sosial dan
konsep-konsep budaya kepada mahasiswa sehingga mampu mengkaji masalah sosial
dan kemanusiaan dan budaya, selanjutnya mahasiswa peka, tanggap, kritis serta
berempati atas solusi pemecahan masalah sosial dan budaya secara arif.
B. Latar
Belakang Pentingya ISBD
Ada 4 (empat) landasan yang melatarbelakangi
pentingnya dalam mempelajari ISBD yaitu:
1. Landasan
Historis
2. Landasan
Filosofis
3. Konteks
Karakter Bangsa
4. Landasan
Pedagogis
C. Visi
dan Misi ISBD
1. Visi
ISBD
Berkembangnya mahasiswa sebagai manusia terpelajar
yang kritis, peka, dan arif dalam memahami keragaman dan kesederajatan manusia
yang dilandasi nilai-nilai estetika, etika, dan moraldalam kehidupan
bermasyarakat.
2. Misi
ISBD
Memberikan landasan dan wawasan yang luas serta
menumbuhkan sikap kritis, peka, dan arif pada mahasiswa untuk memahami
keragaman dan kesederajatan manusia dalam kehidupan bermasyarakat selaku
individu dan makhluk sosial yang beradab serta bertanggung jawab terhadap sumber
daya dan lingkungannya.
D. Ruang
Lingkup ISBD
Ruang lingkup tersebut baiknya dipisahkan terlebih
dahulu antara ISD dan IBD
1. Adapun
ruang lingkup mata kuliah ISD yaitu:
a. Ada
pelbagai aspek pada kenyataan yang merupakan suatu masalah sosial
b. Adanya
pelbagai golongan dan kesatuan sosial dalam masyarakat yang
masing-masingmempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan
pola-pola tingkah laku sendiri.
Maka ruang lingkup perkuliahan ISD
diharapkan mempelajari dan memehahami adanya:
a. Pelbagai
masalah kependudukan
b. Masalah
individu, keluarga, dan masyarakat
c. Masalah
pemuda dan sosialisasi
d. Masalah
hubungan anatar warga
e. Masalah
pelapisan sosial
f. Masalah
pertentangan-pertentangan sosial dan integrasi
g. Pemanfaatan
ilmu pengetahuan dan teknologi
2. Ruang
Lingkup IBD
a. Pelbagai
aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan
budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The
Humanities).
b. Hakikat
manusia yang satu atau universal
Faktor-faktor
bahasan yang dikembangkan adalah :
1. Manusia
dan harapan
2. Manusia
dan kegelisahan
3. Manusia
dan tanggung jawab
4. Manusia
dan pandangan hidup
5. Manusia
dan cinta kasih
6. Manusia
dan keindahan
7. Manusia
dan keindahan
8. Manusia
dan keadilan
BAB 2
MANUSIA DAN HUMANIORA
A. Kedudukan
Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
manusia didudukkan sesusi dengan kodrat harkat, martabat, hak dan kewajiban.
1. Kodrat
manusia adalah keseluruhan sifat-sifat sah, kemampuan atau bakat-bakat alami
yang melekat pada manusia
2. Harkat
manusia artinya derajat manusia
3. Martabat
manusia artinya harga diri manusia
4. Hak
Asai Manusia adalah hak dasar yang dimiliki oleh setiap manusia
5. Kewajiban
manusia artinya sesuatu yang harus dikerjakan oleh manusia
B. Fungsi
Akal dan Budi Manusia
Akal adalah kemampuan pikir manusia sebagai kodrat
alam yang dimiliki manusia. Budi dalam bahasa sansekerta berarti akal, Budi
diartikan sebagai batin manusia, panduan akal dan perasaan yang dapat menimbang
baik dan buruknya segala sesuatu.
Jadi jelas bahwa fungsi akal dan budi manusia adalah
menunjukkan martabat manusia dan kemanusiaan sebagai pemegang amanah makhluk
tertinggi di alam raya ini.
C. Pengertian
Budaya dan Kebudayaan
1. Pengertian
Kebudayaan
Kebudayaan berasal dari kata sansekerta “buddhayah”
yang merupakan bentuk jamak dari kata “buddhi” yang berarti budi atau akal.
Kebudayaan dapat diartikan sebagai “hal-hal yang bersangkutan dengan budi atau
akal”. Culture, merupakan istilah asing kebudayaan berasal dari kata latin
“colere” berarti mengolah atau mengerjakan (mengolah tanah atau bertani).
2. Pengertian
Budaya
Menurut Soerjanto Poespowardojo budaya adalah
keseluruhan sistem gagasan tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka
kehidupan masyarakat yang dijadikan miliki din manusia dengan cara belajar.
3. Pengertian
Adat Istiadat
Yang dimaksud Adat Istiadat adalah aneka kelaziman
dalam suatu negri yang mengikuti pasang naik dan pasang surut situasi
masyarakat. Adat adalah gagasan kebudayaan yang terjadi dari nilai-nilai
kebudayaan, norma, kebiasaan, kelembagaan, dan hukum adat yang lazim dilakukan
disuatu daerah.
4. Pengertian
Kebiasaan
Tradisi (bahasa latin traditio “diteruskan”) atau
kebiasaan dalam pengertian yangpaling sederhana adalah sesuatu yang telah
dilakukan untuk sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompaok
masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan, waktu atau agama yang sama.
D. Wujud
dan Nilai Kebudayaan
Prof. Dr. Koentjoroningrat menguraiakan tentang
wujud kebudayaan menjadi 3 (tiga) macam yaitu:
1. Wujud
kebudayaan sebagai kompleks dari ide-ide, gagasan, nilai-nilai, norama-norma,
peraturan dan sebagainya
2. Wujud
kebudayaan sebagai suatu kpmpleks aktivitas serta tindakan berpola dari manusia
dalam masyarakat
3. Wujud
kebudayaan sebagai benda-benda hasil karya manusia.
·
Wujud pertama adalah wujud ideal
kebudayaan, sifatnya abstrak, tidak bisa diraba dan di foto
·
Wujud kedua adalah yang disebut sistem
sosial atau sosial sistem yang mengenai tindakan berpola manusia itu sendiri
·
Wujud ketiga adalah yang disebut
kebudayaan fisik, yaitu seluruh hasil fisik karya manusia dalam masyarakat
E. Orientasi
Nilai Budaya
Lima masalah dasar dalam hidup yang menentukan
orientasi nilai budaya manusia (kerangka Kluckhon)
1. Hakikat
hidup
2. Hakikat
karya
3. Persepsi
manusia tentang waktu
4. Pandangan
terhadap alam
5. Hubungan
manusia dan manusia
F. Perubahan
Kebudayaan
Pengertian perubahan kebudayaan adalah suatu keadaan
dalam masyarakat yang terjadi karena ketidaksesuaian diantara unsur-unsur
kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi
fungsinya bagi kehidupan.
Ada faktor-faktor yang mendorong dan menghambat
perubahan kebudayaan yaitu:
1. Mendorong
perubahan kebudayaan, adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi mudah
berubah, terutama unsur-unsur teknologi dan ekonomi
2. Menghambat
perubahan kebudayaan, adanya unsur-unsur kebudayaan yang memiliki potensi sukar
berubah seperti: adat istiadat, dan keyakinan agama (kebudayaan non materiil)
3. Bencana
alam yang menimpa masyarakat, sehingga terjadi proses asimilasi maupun
akulturasi
4. Perubahan
lingkungan
Faktor
ekstern:
Perdagangan,
penyebaran agama, peperangan
G. Tahap-tahapan
kebudayaan
1. Tiga
tahap kebudayaan di usulkan oleh Van Peursen dalam bukunya yang berjudul
strategikebudayaan
a. Tahap
pemikiran mistis
b. Tahap
pemikiran ontologis
c. Tahap
pemikiran fungsional
2. Seni
Sebagai Bentuk Mimeis
Semua tarian itu memiliki makna dan arti menyatu
dengan lingkungan yang mereka tempati dan memiliki kearifan dalam menjaga
lingkungannya. Turuk langgai merupakan tarian mimesis dari hewan seperti elang
dan monyet, dan bersifat mistis, jika dihubungkan dengan mitologi-mitologi.
3. Seni
Sebagai Bentuk Ekspresi
Karya seni merupakan sarana komunikasi dengan
manusia lain, tidak hanya sebagai tiruan alam (mimesis). Seniman Heri Dono
mengutarakan bahwa seni merupakan suatu ekspresi individual dan kolektif dari
kehidupan nyata yang meiliki muatan aspirasi intelektual dan tanda-tanda yang
bisa dikenali atau simbolik.
4. Seni
Dalam Konsep Fungsional
Malinowski dengan teori fungsionalisme-nya dalam
bukunya yang berjudul A scientific Theory of Culture and Other Essays
menyatakan, bahwa segala aktivitas kebudayaan itu sebenarnya bermaksud memuaskan
suatu rangkaian dari sejumlah kebutuhan naluri manusia yang berhubungan dengan
seluruh kehidupannya. “Fungsional” tidak berdiri sendiri namun dalam sebuah
hubungan tertentu untuk memperoleh arti dan maknanya, menyangkut, hubungan,
pertautan, dan relasi.
H. Proses
Pembudayaan Budaya
Proses pembudayaan budaya dapat tercipta melalui
beberapa tahap diantaranya:
1. Proses
Belajar Budaya
a. Proses
Internalisasi
b. Proses
Sosialisai
c. Proses
Enkulturasi
2. Proses
Perkembangan Budaya
a. Cultural
Evolution
b. Diffusion
Process
c. Akulturation
Process
d. Assimilation
Process
e. Innovation
f. Discovery
and Invention
BAB
3
MANUSIA
MAKHLUK INDIVIDU DAN SOSIAL
A. Manusia
Sebagai Makhluk Individu
Manusia atau orang dapat diartika berbeda-beda dari
segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secar campuran. Secara
biologis manusia di klasifikasikan sebagai Homosapiens. Dalam hal kerohanian,
mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi. Dalam antropologi
mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, Organisasi mereka dalam
masyarakat.
1. Manusia
Menurut Agama Islam
Manusia dalam Al-qur’an manusia dipanggil dengan
beberapa istilah antara lain al-insaan, al-naas. al-abd, dan bani Adam. Namun
dalam Al-qur’an dan Al-sunnah disebutkan bahwa manusia adalah makhluk yang
paling mulia dan memiliki pelbagai potensi serta memperoleh petunjuk kebenaran
dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.
Hasil penelitian Al-qur’an yang telah dilakukan,
dapat ditarik kesimpulannya bahwa manusia terdiri dari unsur-unsur: jasad, roh,
nafs, qalb, fikr, dan aqal. Manusia adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah
SWT yang pada hakikatnya mereka sebagai makhluk individu.
B. Manusia
Sebagai Makhluk Sosial
Manusia adalah makhluk yang selalu berinteraksi
dengan sesamanya. Kita harus mengakui bahwa manusia merupakan makhluk sosial
karena manusia tidak bisa hidup tanpa berhubungan dengan manusia yang lain.
Bahkan untuk urusan sekecil apapun kita tetap membutuhkan orang lain untuk
membantu kita.
1. Karakteristik
Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Dimana memiliki
unsur-unsur keharusan biologis, yang terdiri:
a. Dorongan
untuk makan
b. Dorongan
untuk mempertahankan diri
c. Dorongan
untuk melangsungkan jenis
Dalam
perkembangannya manusia juga mempunyai kecenderungan sosial untuk meniru,
membentuk diri dengan melihat kehidupan
a. Penerimaan
bentuk-bentuk kebudayaan
b. Penghematan
tenaga sehingga kineja manusia bisa berjalan secara efektif dan efisien
Yang dimaksud manusia dapat dikatakan sebagai
makhluk sosial adalah suatu bentuk interaksi sosial didalam hubungannya dengan
makhluk sosial lainnya.
Ø Faktor-faktor
personal yang mempengaruhi interaksi sosial
a. Tekanan
emosional
b. Harga
diri yang rendah
c. Isolasi
sosial
2. Kedudukan
Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Hakikat manusia sebagai makhluk sosial dan politik
akan membentuk hukum, mendirikan kaidah perilaku, serta bekerja sama dalam
kelompok yang lebih besar. Kesdaran manusia sebagai makhlik sosial, justru
memberikan rasa tanggung jawab untuk mengayomi individu yang jauh lebih “lemah”
daripada wujud sosial yang “besar” dan “kuat”
Kehidupan sosial kebersamaan, baik itu non formal
(masyarakat) maupun dalam bentuk-bentuk formal (institusi) dengan wibawanya
wajib mengayomi individu.
3. Pengembangan
Manusia Sebagai Makhluk Sosial
Dalam berhubungan dan berinteraksi, manusia memiliki
sifat yan khas yang dapat menjadikannya lebih baik. Kegiatan mendidik merupakan
salah satu sifat yang khas yang dimiliki oleh manusia. Imanuel kant mengatakan,
“Manusia hanya dapat menjadi manusia karena pendidikan”. Jadi jika manusia
tidak didik maka ia tidak akan menjadi manusia dalam arti yang sesungguhnya.
Hal tersebut memberi penakanan bahwa pendidikan memberikan kontribusi bagi
pembentuk pribadi seseorang.
C. Manusia
Sebagai Makhluk Tuhan
Tuhan dipahami sebagai zat maha kuasa dan asas dari
suatu kepercayaan. Diantara makhluk ciptaan Tuhan, manusia merupakan makhluk
yang mempunyai keistimewaan yaitu memiliki akal budi, makhluk yang di ciptakan
secara sempurana oleh Tuhan Yang Maha Esa.
1. Hakikat
Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa
manusia di dudukkan sesuai kodrat, harkat, martabat, hak dan kewajibannya.
Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan
dengan makhluk lainnya. Karena manusia mempunyai akal dan pikiran untuk
berpikir secara logi dn dinamis, bisa membatasi diri dengan perbuatan yang
tidak di lakukan, dan bisa memilih perbuatan mana yang baik (positif) atau
buruk (negatif) bagi diri sendiri.
2. Konsep
Manusia dalam Islam
Konsep manusia dalam islam juga dapat dilihat dal Q.s
Al-mu’minun (23): 12-14 menurut ayat tersebut manusia di ciptakan Allah SWT
dari sari pati tanah (sulasatin min thin) yang dijadikan (nutfah) dan di simpan
di tempat yang kokoh (qararin makin). Kemudian nutfah itu dijadikan segumpal
darah. Segumpal darah itu dijadikan segumpal daging. Lalu segumpal daging itu
dijadikan tulang. Tulang itu dibalut daging yang kemudian dijadikan Allah SWT
sebagai makhluk.
Dalam Q.s As-sajadah (23):7-9 dijelaskan bahwa
setelah manusia dalam kandungan terbentuk makhluk, maka ditiupkan oleh Allah
SWT roh ke dalam tubuhnya, dan dijadikannya pendengaran, penglihatan, dan
perasaan.
3. Tanggung
Jawab Manusia Sebagai Makhluk Tuhan
Tanggung jawab meurut Kamus Umum Bahasa Indonesia
adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Manusia dimana dalam
kehidupannya di bebani tanggung jawab, mempunyai hak dan kewajiban, dituntut
pengabdian dan pengorbanan.
Tanggung jawab manusia terhadap Tuhan, yaitu dimana
tindakan manusia tidak lepas dari hukum-hukum Tuhan yang dituangkan dalam
pelbagai kitab suci melalui pelbagai macam agama. Keharusan manusia untuk taat
dan patuh kepada penciptanya, yaitu dengan menjalankan perintah-Nya dan
menjauhi Larangan-Nya.
BAB
4
MANUSIA
DAN PERADABAN
A. Pengertian
Adab dan Peradaban
Norma menjadi suatu hal yang penting untuk di
jadikan sebagai tolak ukur manusia beradab. Istilah masyarakat adab dikenal
dengan kata lain masyarakat sipil, masyarakat warga, atau masyarakat madani.
Masyarakat yang beradab dapat diartikan sebagai masyarakat yang mempunyai sopan
santun dan kebaikan budi pekerti.
Tinggi
rendahnya peradaban suatu bangsa sangat di pengaruhi oleh faktor
·
Pendidikan
·
Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan
Penyebab
atau faktor-faktor pendorong terjadinya perubahan
1. Faktor
intern
a. Bertambah
dan berkurangnya penduduk
b. Adanya
penemuan-penemuan baru
c. Konflik
dalam masyarakat
2. Faktor
ekstern
a. Faktor
alam yang berubah
b. Pengaruh
kebudayaan lain
B. Masyarakat
Madani
Masyarakat madani di prediksi sebagai masyarakat
yang berkembang sesuai dengan potensi budaya, adat istiadat, dan agama. Konsep
masyarakat madani merupakan penerjemah atau pengislaman konsep “Civil Society”.
Orang yang pertama kali mengungkapkan istilah ini adalah Ibrahim dan di
kembangkan di Indonesia oleh Nurcholish Madjid. Masyarakat madani adalah suatu
masyarakat ideal yang di dalamnya hidup manusia-manusia partisipan yang
masing-masing di akui sebagai warga dengan kedudukan yang serba serta dan sama dalam
soal pembagian hak dan kewajiban warga secara seimbang.
·
Karakteristik Masyarakat Madani
1. Free
Public Sphere (ruang publik yang bebas)
2. Demokratis
3. Toleransi
4. Pluralisme
5. Keadilan
sosial
6. Partisipasi
sosial
7. Supermasi
hukum
C. Tradisi
dan Modernisasi
Tradisi (bahasa latin: traditio, diteruskan) atau
kebiasaan dalam pengertian yang paling sederhana adalah suatu yang telah
dilakukan sejak lama dan menjadi bagian dari kehidupan suatu kelompok
masyarakat, biasanya dari suatu negara, kebudayaan waktu, atau agama yang sama.
Modernisasi adalah proses penerapan ilmu pengetahuan
dan teknologi kedalam semua segi
kehidupan manusia dengan tingkat yang berbeda-beda tetapi tujuan utamanya untuk
mencari taraf hidup yang lebih baik dan nyaman.
D. Peradaban
dan Problematika
Peradaban adalah sebuah istilah yang digunakan untuk
menyebutkan bagian-bagian atau unsur kebudayaan yang dianggap halus,
indah, dan maju. Kebudayaan bersifat
dinamis, oleh sebab itu ia dapat mengalami perubahan dan pergeseran. Faktor
utama dalam perubahan ini adalah adanya globalisasi. Globalisasi adalah suatu
fenomena khusus dalam peradaban manusia yang bergerak terus ke dalam masyarakat
global dan merupakan bagian dari proses manusia global itu.
Problematika peradaban di Indonesia yang timbul
akibat globalisasi diantaranya dapat dilihat dalam bidang bahasa, kesenian,
juga yang terpenting kehidupan sosial. Akibat perkembangan teknologi yang
begitu pesat, terjadi transkultur dalam kesenian tradisional Indonesia.
Problematika peradaban yang penting lainnya adalah adanya kemungkinan punahnya
suatu bahasa di daerah tertentu di sebabkan penuturnya telah “terkontaminasi”
oleh pengaruh globalisasi.
Contoh: Anak muda di Sumatera Barat dalam percakapan
sehari-hari terjadi pencampuran bahasa Betawi dan Minang. Hal ini jelas
mengancam eksistensi bahasa di suatu daerah.
BAB
5
MANUSIA
KERAGAMAN DAN KESETARAAN
A. Unsur-unsur Keragaman
Keragaman
berasal dari kata ragam yang menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
artinya:
1. Tingkah laku
2. Macam jenis
3. Lagu/musik; langgam
4. Warna:corak:ragi
5. Laras (tata bahasa)
Keragaman
adalah suatu kondisi masyarakat dimana terdapat perbedaan-perbedaan dalam
pelbagai bidang, terutama suatu bangsa dan ras, agama, dan keyakinan, ideologi,
adat kesopanan serta situasi ekonomi.
Unsur-unsur
keragaman adalah
1. Suku bangsa dan ras
2. Agama dan keyakinan
3. Ideologi dan politik
4. Tata krama
5. kesenjangan ekonomi dan sosial
B. Hakikat Keragaman dan Kesetaraan
Manusia
Kesetaraan
berasal dari kata setara atau sederajat. Jadi kesetaraan juga dapat disebut
kesederajataan. Kesetaraan manusia bermakna bahwa manusia sebagai makhluk Tuhan
memiliki tingkat atau kedudukan yang sama. Di hadapan Tuhan semua manusia
adalah sama derajat. Yang membedakan nantinya adalah tingkat ketakwaan manusia
tersebut di hadapan Tuhan.
C. Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
1. Pengertian Pelapisan Sosial
Menurut
Pitirim A.Sorokin, pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat
kedalam kelas-kelas secara bertingkat atau hierarkis.
Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi
menyebut bahwa selama dalam masyarakatada sesuatu yang dihargai, maka dengan
sendirinya pelapisan sosial terjadi. Terjadinya pelapisan sosial terbagi
menjadi 2 yaitu :
a. Terjadi dengan sendirinya
b. Terjadi dengan sengaja
Di
dalam sistem organisasi yang disusun dengan cara sengaja mengandung 2 sistem
yaitu:
a. Sistem fungsional, merupakan
pembagian kerja kepada kedudukan yang tingkatnya berdampingan dan sederajat
b. Sistem skalar, merupakan pembagiaan
kekuasaan menurut tangga atau jenjang dari bawah keatas (vertikal)
Ada
beberapa pendapat menurut para ahli mengenai pelapisan sosial diantaranya:
a. Pitirin A. Sorikin bahwa “Pelapisan
masyarakat adalah perbedaan penduduk atau masyarakat kedalam kelas-kelas yang
tersusun secara bertingkat.
b. Theodorson dkk. berpendapat bahwa “
Pelapisan masyarakat adalah jenjang setatus dan peranan yang yang relatif
permanen yang terdapat dalam sistem sosial didalam hal perbedaan hak, pengaruh
dan kekuasaan”.
Ada
beberapa teori tentang pelapisan sosial, pelapisan masyarakat terbagi atas;
a. Kelas atas (upper class)
b. Kelas bawah (lower class)
c. Kelas menengah (middle class)
d. Kelas menengah ke bawah (lower middle
class)
Dari
uraian diatas dapat disimpulkan jika masyarakat terbagi menjadi lapisan-lapisan
sosial yaitu:
a. Ukuran kekayaan
b. Ukuran kekuasaan
c. Ukuran kehormatan
d. Ukuran ilmu pengetahuan
2. Pengertiaan Kesamaan Derajat
Kesamaan
derajat suatu sifat yang menghubungkan antara manusia dengan lingkungan
masyarkat umumnya timbal balik, maksudnya orang sebagai anggota masyarakat
memiliki hak dan kewajiban, baik tehadap masyarakat maupun terhadap pemerintah
dan negara. Kesamaan derajat ini trwujud dalam jaminan hak yang di berikan
dalam pelbagai faktor kehidupan.
Persamaan
derajat di dunia dimuat dalam University Declaration of Human Right (1948)
dalam pasal-pasalnya seperti :
a. (pasal 1) Sekalian orang dilahirkan
merdeka dan mempunyai martabat dan hak yang sama. Mereka dikaruniai akal budi
dan hendaknya bergaul satu sama lain dalam persaudaraan.
b. (pasal 2 ayat 2) setiap orang berhak
atas semua hak dan kebebasan yang tercantum tanpa terkecuali apa pun seperti
bangsa, warna kulit jenis kelamin, bahasa, agama, politik dan lain-lain.
Kehidupan
Indonesia pun sangat menghargai persamaan derajat dimana telah diatur dalam UUD
Negara tahun 1945serta juga ditanamkan dalm pancasila.
a. UUD 1945 tentang persamaan hak
Pasal
27 ayat 2 berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan
penghidupan yang layak bagi kemanusiaan. Pasal 28 di tetapkan bahwa kemerdekaan
berserikatdan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan. Pasal 29 ayat
2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara, pasal 31
ayat 1 dan 2, yang mengatur hak sasi mengenai pengajaran.
Dengan
pasal-pasal dan pengertian diatas, sudah bahwa kita harus saling bertoleransi ,
tidak ada pandangan si kaya dan si miskin, si pintar dan si bodoh, semua dimata
perundangan adalah sama.
b. Pokok Hak Asasi dalam UUD 1945 Pasal
4
Hak
asai manusia adalah hak dasar atau hak pokok yang dimiliki manusia sejak lahir
sebagai anugrah Tuhan Yang Maha Esa.
1. Hak asasi pribadi
2. Hak asasi politik
3. Hak asasi ekonomi
4. Hak asasi budaya
c. Pelbagai Instrumen HAM di Indonesia
1. Pembukaan UUD 1945
a. Alinea I
b. Alinea IV
2. Batang Tubuh UUD 1945
HAM tercantum dalam pasal 27-34.
Berdasarkan amandemen UUD 1945, HAM tercantum dalam BAB XA pasal 28 A sampai
dengan 28 J.
D. Kemiskinan Sebagai Masalah Sosial
Masalah
sosial dapat dikategorikan menjadi 4 jenis, faktor yakni antara lain:
1. Faktor ekonomi : kemiskinan
pengangguran, dan lain-lain
2. Faktor budaya : perceraian, kenakalan
remaja, dan lain-lain
3. Faktor biologis : penyakit menular,
keracunan makanan, dan sebagainya
4. Faktor psikologis : penyakit saraf,
aliran sesat dan sebagainya
Kemiskinan
juga sangat berpengaruh terhadap lingkungan hidup yang akhirnya akan merusak
lingkungan itu sendiri. Penduduk miskin yang terdesak akan mencari lahan-lahan
kritis atau lahan-lahan konservasi sebagai tempat pemukiman. Akibat berikutnya
akan menyebabkan terjadinya ketidak seimbangan lingkungan.
1. Kemiskinan Karena Angka Kelahiran yang
Tinggi
Angka
kelahiran kaum miskin di negara-negara dunia ketiga termasuk kepada
wilayah-wilayah tertentu di Indonesia yang tinggi, pada konteks tertentu tidak
seimbang dengan tingkat kematian. Pertumbuhan kemiskinan yang sangat pesat ini
terjadi hampir semua tempat lokasi atau tempat mereka berada.
2. Kemiskinan Karena Menutup Diri dari
Pengaruh Luar
Dapat
dipahami bahwa hubungan sosial antar manusia dan antar masyarakat bersifat
mempengaruhi satu sama lain. Namun tidak menutup kemungkinan walau terjadi
interaksi, ada kelompok atau komunitas yang tidak mengembangkan diri sehingga
tetap berada pola-pola hidup dan kehidupan statis, akibatnya mereka tidak
mengalami kemajuan, mereka tetap dalam keberadaannya yaitu kemiskinan.
3. Kemiskinan Karena Korban Ketidakadilan
Para Pengusaha
Para pengusaha teknologi dan industri
tetap membutuhkan kaum miskin yang pendidikannya terbatas untuk di pekerjakan
sebagai buruh. Dan dengan itu, karena alasan kurang pendidikan, mereka dibayar
dibawah standar atau sangat rendah serta umumnya tanpa tunjangan kesehatan, transportasi,
uang makan, dan lain sebagainya. Fisik dan mental para buruh yang giat bekerja
tetapi tetap miskin.
4. Kemiskinan Karena adanya
Pembiaran-pembiaran yang Dilakukan Oleh
Penguasa dan Pengusaha
Masyarakat
miskin ada dimana-mana, pada daerah terpencil, di tepi-tepi pantai pinggiran
kali dari rel kereta api, bahkan wilayah-wilayah atau daerah-daerah kumuh
perkotaan. Kompleksitas masyarakat miskin seperti itu sengaja di biarkan begitu
saja oleh para penguasa agar tetap terjadi suatu ketergantungan. Jika ada
bencana alam, mereka di butuhkan agar bisa melakukan charity advertenrial atau
tindakan bantuan sosial yang mengandung nilai iklan bahwa sang pemberi bantuan
sebagai orang baik hati serta mempunyai kepedulian kepada kaum miskin.
Adanya
kaum miskin bukan semata-mata karena sebagai paradoks pembangunan, tetapi juga
karena pembiaran-pembiaran pengusaha dan penguasa terhadap keberadaan mereka
agar sewaktu-waktu dapat dipakai atau di fungsikan sebagai alat untuk mencapai
kedudukan, ketentraman, kekuasaan serta rencana kejahatan yang tersembunyi.
5. Mereka Menjadi Miskin Karena
Manajemen Keluarga yang Buruk
Secara
sosiologis dan teologis, kemiskinan muncul karena kompleksitas carut marut
sikap manusia terhadap sesamanya: muncul karena diciptakan oleh manusia:
Berkembang seiring dengan pertumbuhan masyarakat: akibat tindakan kriminal
terhadap sesama manusia: semakin berkembang akibat peperangan, genocide,
sentimen agama, tekanan politik, penindasan fisik serta psikologis terhadap
orang lain.
E. Peranan Pemerintah, Masyarakat, dan
Keluarga dalam Perkembangan Anak yang Berasal dari Keluarga Miskin
1. Peranan Pemerintah
Pemerintah
merupakan lembaga yang sangat berperan penting dalam pemberantasan kemiskinan.
ada 3 hal yang dilakukan pemerintah dalam memberantas kemiskinan, yaitu
fortifikasi, membuat produk kebijaksanaan dan empowering.
2. Peranan Masyarakat
Lokal
wisdom atau kearifan lokal yang ada didalam masyarakat dapat berperan dalam
mengembangkan secara optimal anak dari keluarga miskin agar menjadi SDM yang
handal.
3. Peranan Keluarga
Keluarga
merupakan faktor yang paling berperan dalam perkembangan anak menjadi SDM yang
optimal.
BAB 6
MANUSIA MORALITAS DAN HUKUM
A. Etika dan Moral
Etika
diartikan “sebagai ilmu yang mempelajari kebaikan dan keburukan dalam hidup
manusia khususnya perbuatan manusia yang di dorong oleh kehendak dan di sadari
pikiran yang jernih dengan pertimbangan perasaan”
Etika secara etimologi berasal dari
bahasa yunani, yaitu “Ethos” yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan
(custom), norma-norma, nilai-nilai, kaidah-kaidah dan ukuran-ukuran bagi
tingkah laku manusia yang baik.
1. Etika Deskriptif
Etika
deskriptif berbicara mengenai nilai-nilai dan perilaku manusia sebagai suatu
fakta yang terkait dengan situasi dan realitas yang membudaya.
2. Etika Normatif
Etika
normatif merupakan norma-norma yang dapat menuntun agar manusia bertindak
secara baik dan menghindarkan hal-hal yang buruk, sesuai dengan kaidah atau
norma yang di sepakati dan berlaku di masyarakat.
B. Manusia dan Moralitas
Berbicara
tentang manusia dan moralitas. Moralitas berarti budi pekerti, sopan santun,
adat kesopanan. Moral diartikan sebagai ajaran baik dan buruk perbuatan dan
kelakuan, akhlak, kewajiban, dan sebagainya. Moralitas adalah Pedoman yang
dimiliki individu atau kelompok mengenai apa yang benar dan salah berdasarkan
standar moral.
Pada
tahap awal pembentukan kepribadiaan, misalnya seorang bayi mulai mempelajari
pola perilaku yang berlaku dalam masyarakat dengan cara mengadakan hubungan
dengan orang lain. Lamban laun setelah menjadi anak-anak dia mulai membedakan
dirinya dengan orang lain. Dia mulai menyadari perbuatan yang boleh dilakukan
dan yang tidak.
C. Manusia dan Agama
Agama
memberikan penjelasan bahwa manusia adalah makhluk yang memiliki potensi untuk
berakhlak baik (takwa) atau buruk (fujur) potensi fujur akan senantiasa eksis
dalam diri manusia karena terkait dengan aspek instink, naluriah, atau hawa
nafsu, seperti naluri makan/minum, seks, berkuasa dan rasa aman.
Agar
suatu kepercayayaan itu dikatakan sebagai agama, diantara syarat-syarat itu
ialah:
1. Percaya dengan adanya Tuhan
2. Mempunyai kitab suci
3. Mempunyai tempat suci
4. Mempunyai Nabi atau orang suci
5. Mempunyai hari raya keagamaan
Fungsi
agama bagi umat manusia, diantaranya:
1. Sumber pedoman hidup
2. Mengatur tata cara hubungan
3. Merupakan tuntunan
4. Pengungkapan estetika
5. Memberikan identitas kepada manusia
sebagai umat
Manusia
akan kehilangan pedoman atau pegangan dalam menjalani kehidupan di dunia bila
tidak berpedoman pada agama.
D. Hukum dan Moralitas
Achamd
Ali menyatakan hukum adalah seperangkat norma tentang apa yang benar dan apa
yang salah, yang dibuat dan diakui eksistensinya oleh pemerintah yang
dituangkan baik dalam aturan tertulis (aturan) maupun yang tidak tertulis.
Membahas
hukum dan moralitas dalam islam, ada yang menyatakan bahwa ayat-ayat hukum
sangat terbatas, terlebih lagi yang berkaitan dengan hukum pidana: perzinaan,
pendakwahan, pencurian, dan pemberontakan.
1. Potret Hukum dan Moralitas Bangsa
Indonesia
Hukum
tidak dapat di pisahkan dari aspek moral. Apabila hukum belum secara konkret
mengatur, sedangkan moralitas telah menuntut untuk ditransformasikan oleh
karena itu, moralitas haruslah diutamakan.
Seperti
yang dinyatakan H.L.A Hart dalam bukunya General Theory of lawand state, 1965
sebenenarnya harus meliputi 3 unsur nilai yakni, kewajiban, moral dan aturan.
Bangsa kita adalah bangsa yang berbudaya ketimuran yang sangat menjunjung
tinggi nilai moralitas, berbeda dengan bangsa barat.
2. Hukum dan Moral, sebuah Seruan Etis
Menurut K. Bertens menyatakan ada empat
perbedaan antara hukum dan moral :
a. Hukum lebih dikodifikasikan daripada
moralitas
b. Hukum dan moral mengatur tingkah laku
manusia
c. Saksi yang berkaitan dengan hukum
berbeda dengan saksi yang berkaitan
dengan moralitas
d. Hukum yang didasarkan atas kehendak
masyarakat dan akhirnya atas kehendak
negara
Yang
diperlukan pada saat ini sekaligus menjadi seruan etis kita adalah perlu adanya
political will dan dengan kekuatan dan kekuasaan yang ada pada pemerintah saat
ini, hukum harus benar-benar dirancangkan dan keadilan segera di ciptakan tanpa
kompromi.
3. Problem Moral Penegakan Hukum
Menurut
Thomas Koten mengemukakan sosok hukum lebih dipakai sebagai alat pemenuhan
kepentingan orang-orang kuat secar politik dan ekonomi daripada sebagai jalan
terciptanya keadilan yang memberikan ruang bagi kesejahteraan rakyat dan
mematrikan keagungan negara sebagai negara hukum.
Problem
mendasar dalam praksis penegakkan hukum sebagaiman diuraikan diatas, adalah
putusan yang diambil dimeja pengadilan tidak memiliki roh keadialan.
BAB 7
MEMENUSIAKAN MANUSIA
A. Manusia dan Keadilan
Keadilan
dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang tidak berdasarkan kesewenang-wenangan.
Keadilan juga dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang didasarkan
norma-norma, baik norma agama maupun hukum. Keadilan ditunjukkan melalui sikap
dan perbuatan yang tidak berat sebelah dan memberi sesuatu kepada orang lain
yang menjadi haknya.
Ada
tiga orang filsuf terkenal yang mengemukakan teorinya mengenai keadilan
tersebut.Ketiga filsuf itu adalah Aristoteles,Plato,dan Thomas Hobbes.
B. Manusia dan cinta kasih
Menurut
Kamus Bahasa Indonesia W.J.S Poerwa Darminta, cinta adalah rasa sangat suka,
atau rasa sayang ataupun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Cinta
kasih bisa juga diartikan sebagai perasaan suka atau sayang kepada seseorang
dan juga disertai dengan menaruh belas kasih.
Cinta
bisa dibina secara baik apabila ada empat unsur yaitu:
1. Pengasuhan
2. Tanggung jawab
3. Perhatian
4. Pengenalan
Dalam agama islam, cinta dimaksudkan
adalah cinta terhadap Allah SWT, cinta terhadap orang tua, cinta terhadap
sesama manusia, (rasa belas kasih), cinta terhadap semua makhluk ciptaan-Nya.
C. Manusia dan Penderitaan
Penderitaan
berasal dari kata derita. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang
tidak menyenangkan. Setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda-beda.
Manusia dikatakan menderita apabila dia memiliki masala, depresi, karena
tekanan hidup, dan lain-lain.
Akibat
penderitaan yang bermacam-macam, ada yang mendapat hikmah besar dari suatu
penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena
itu penderitaan belum tentu tidak bermanfaat.
D. Manusia dan Taanggung Jawab
Tanggung
jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang di
sengaja maupun tidak di sengaja. tanggung jawab juga berarti berbuat sebagi
perwujudan kesadaran akan kewajiban. Manusia yang bertanggung jawab adalah manusia
yang berani menghadapi masalahnya sendiri.
E. Manusia dan Pandangan Hidup
Setiap
manusia di dunia ini tentu mempunyai pandangan hidupnya masing-masing yang pelu
di persiapkan sejak dini. Adapun pengertian pandangan hidup ialah pendapat atau
pertimbangan yang dijadikan sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk
hidup di dunia agar dapat menjalani hidup yang lebih baik lagi.
F. Manusia dan Kegelisahan
Gelisah
artinya rasa yang tidak tentram dihati atau merasa selalu khawatir tidak dapat
tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya.
Kegelisahan menggambarkan seseorang tidak tentram hatinya maupun perbuatannya.
Manusia yang gelisah itu di hantui rasa khawatir atau takut.
G. Manusia dan Harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti
keinginan supaya sesuatu terjadi: Sehingga harapan berarti sesuatu yang
diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian, harapan menyangkut masa depan
seseorang. Setiap orang mempunyai harapan. Manusia yang tanpa harapan berarti
manusia itu mati dalam hidup. Adapun
sebab-sebab manusia membutuhkan harapan diantaranya adalah:
a. Dorongan kodrat
b. Dorongan kebutuhan hidup
BAB 8
MANUSIA, SAINS, TEKNOLOGI DAN SENI
A. Pengertian Sains
Sains
bermula dari bahasa asing “Science”
berasal dari kata latin “Scientia”
yang berarti saya tahu. Kata sains sebenarnya bararti ilmu pengetahuan yang
terdiri dari Ilmu Sosial Sciense, dan Natural Science yang berarti IPA. Selain
itu Nash juga menyatakan bahwa sains itu adalah cara atau metode untuk
mengamati alam.
Secara
umum dari petikan diatas memberikan pengertian bahwa sains adalah :
1. Sains adalah sejumlah proses kegiatan
pengumpulan informasi secara
sistematik tentang dunia sekitar
2. Sains adalah pengetahuan yang
diperoleh melalui proses kegiatan tertentu
3. Sains dicirikan oleh nilai-nilai dan
sikap para ilmuan menggunakan proses
ilmiah dalam memperoleh pengetahuan
B. Pengertian Teknologi
Teknologi
berasal dari bahasa Perancis yaitu “La
Teknique” yang dapat diartiakan dengan “Semua proses yang dilaksanakan
dalam upaya untuk mewujudkan sesuatu secara rasional”. Teknologi adalah
keseluruhan srana untuk menyediakan barang-barang yang diperlikan bagi
kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Adapun
3 teknologi yang sering dikemukakan oleh para ahli adalah
1. Teknologi modern
2. Teknologi madya
3. Teknologi tradisional
C. Manusia Sebagai Subjek dan Objek
IPTEK
Berkat
kemajuan ilmu dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat perlengkapan
yang canggih untuk pelbagai kegiatan, sehingga tersedia pelbagai kemudahan.
Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah pelbagai industri yang hasilnya dapat
dimanfaatkan dalam pelbagai bidang, antara lain :
1. Dalam Bidang Pertanian
Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor
2. Pengolahan Lahan
4. Pengolahan Air
5. Pengolahan Udara
6. Dalam Bidang Kedokteran dan Kesehatan
Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir,
bermacam-macam obat, dan lain-lain.
7. Dalam Bidang Telekomunikasi
Manusia telah membuat televisi, radio, telepon.
8. Dalam Bidang Pertahanan dan Keamanan
Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang sangat
canggih.
D. Pemanfaatan dan Penyalahgunaan IPTEK
Dampak
positif dan negatif dari perkembangan IPTEK dilihat dari pelbagai bidang :
1. Bidang Informasi dan Komunikasi
Positif : kita akan lebih cepat mendapatkan informasi, berkomunikasi
dengan
teman, keluarga yang jauh dengan melaui
telepon.
Negatif : Penyalahgunaan internet oleh pihak tertentu untuk melakukan
kejahatan
2. Bidang Ekonomi dan Industri
Positif : Produktivitas dunia industri meningkat
3. Bidang Sosial dan Budaya
4. Bidang Pendidikan
Positif : Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka
5. Bidang Politik
Kemajuan teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme
E. Karya Sastra dan Seni dalam ISBD
Istilah
IBD dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanities yang
berasal dari istilah bahasa inggris “The
Humanities”. Istilah Humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin Humanus yang bisa diartikan manusiawi,
berbudaya, dan halus (fefined).
Pengetahuan
Budaya (The Humanities) dibatasi
sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian cabang ilmu (disiplin) seni dan
filsafat. Keahlian ini dapat dibagi-bagi lagi kedalam pelbagai bidang keahlian
lain, seperti seni sastra, seni tari, seni musik, seni rupa, dan lain-lain.
Kesusastraan
pada lahirnya merupakan wujud dalam masyarakat manusia melalui bentuk tulisan
dan juga lisan. Dan secara kasarnya ia boleh dikategorikan kepada dua kategori
yang besar menurut bentuk bahasa yanf digunakan, yakni :
1. Prosa
Merujuk
kepada hasil kesusastraan yang di tulis dalam ayat-ayat biasa, yakni tata
bahasa mudah. contoh : Novel, skrip drama, esai
2. Puisi
Hasil
kasusastraan yang di tulis dengan “tidak menuruti tata bahasa”. Contoh : sajak,
syair, pantun, gurindam, lirik, seloka, mantra.
Fungsi
seni/keseniaan
1. Memberikan rasa keindahan
2. Memberikan tunjangan dan bantuan
untuk memberi warna indah dari
karya-karya non seni
BAB 9
MANUSIA DAN LINGKUNGAN
A. Manusia Sebagai Makhluk Hidup
Manusia
adalah objek yang sekaligus juga subjek. E. Cassier menyatakan bahwa manusia
itu adalah “makhluk simbolis” dan Plato merumuskan, “manusia harus dipelajari
bukan dalam kehidupan pribadinya, tetapi dalam kehidupan sosial dan kehidupan
politiknya”. Sedangkan menurut paham filsafat eksistensialisme, “manusia adalah
eksistensi”. Manusia tidak hanya ada atau berada di dunia ini, tetapi ia secara
aktif “mengada”
1. Ciri-ciri Manusia sebagai Makhluk
Hidup
a. Tubuh Manusia
Tubuh manusia merupakan keseluruhan struktur fisik
b. Terdapat Protoplasma
Protoplasma merupakan bagian terpenting dari sel
c. Mempunyai Bentuk dan Ukuran
d. Melakukan Aktivitas-aktivitas
Kehidupan
-Makan -Memiliki
sistem transpor
-Metabolisme -Peka
terhadap rangsang (iritabilitas)
-Tumbuh
dan berkembang -Memiliki
sistem regulasi
-Reproduksi -Ekskresi
-Melakukan
adaptasi -Bergerak
2. Sifat-sifat Manusia Sebagai Makhluk
Hidup
a. Ikatan-ikatan Biologis
Manusia adalah makhluk biologis yang sampai pada batas-batas tertentu
terikat
pada kodrat alam seperti membutuhkan udara.
b. Makluk Adalah Satuan Hidup
c. Sistem Energi Yang Dinamis
Manusia selalu membutuhkan energi untuk mempertahankan hidupnya.
d. Pertumbuhan Yang Mengikuti Pola
Tertentu
e. Pengaruh Proses Pematangan Terhadap
Tingkah Laku
Tingkah laku manusia tidak dapat di lepaskan dengan proses pematangan
organ-organ tubuh.
3. Manusia Sebagai Makhluk Sosial
A. Pengertian Manusia Sebagai Makhluk
Sosial
Di
dalam kehidupan, manusia memiliki keinginan untuk bersosialisasi dengan
sesamanya. Ini merupakan salah satu kodrat manusia adalah selalu ingin
berhubungan dengan manusia lain. Dengan bantuan orang lain, manusia bisa
menggunakan tangan, bisa berkomunikasi atau bicara, dan bisa mengembangkan
seluruh potensi kemampuannya.
B. Pengertian Lingkungan
Lingkungan
adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam
seperti tanah, air, energi, surya, mineral, serta flora dan fauna yang tunbuh
diatas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan,
manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.
Lingkungan
terdiri dari dua (2) yaitu biotik dan abiotik
-Komponan biotik (komponan makhluk
hidup), misalnya binatang, tumbuh-tumbuhan, dan mikroba
-Komponen abiotik (komponen benda mati),
Misalnya air, udara, tanah dan energi
C. Manusia dan Lingkungan
Manusia
mendapatkan unsur-unsur yang diperlukan dalam hidupnya dari lingkungan.
Lingkungan manusia terdiri atas :
1. Lingkungn Alam
2. Lingkungan Sosial Budaya
3. Hakikat Manusia Sebagai Objek dan
Subjek Lingkungan
D. Jumlah Penduduk dan Lingkungan Hidup
Kehidupan
Manusia tidak dapat dilepaskan dari alam. Untuk menjaga kelangsungan hidupnya, manusia
melakukan eksploitasi terhadap alam. Eksploitasi terhadap alam dapat
menimbulkan pelbagai masalah. Terutama pada sumber daya alam yang tidak dapat
diperbarui. Pelbagai jenis bahan tambang
seperti minyak bumi, gas alam, dan batu bara merupakan sumber daya alam yang
tidak dapat diperbarui lagi. Apabila suatu negara memili pendapatan kecil dan
jumlah penduduk banyak, pendapatan perkapita akan rendah. Berikut ini, pelbagai
dampak dari kepadatan penduduk :
1. Ketersediaan air bersih
2. Ketersediaan pangan
3. Ketersediaan lahan
4. Ketersediaan udara bersih
5. Pencemaran lingkungan
E. Kerusakan Alam dan Lingkungan
Unsur-unsur
lingkungan hidup dapat dibedakan menjadi tiga (3) yaitu :
1. Unsur Hayati (biotik)
2, Unsur Sosial (budaya)
3, Unsur Fisik (Abiotik)
Berdasarkan
faktor penyebabnya, bentuk kerusakan lingkungan hidup dibedakan menjadi dua (2)
jenis, yaitu:
1. Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup
Akibat Peristiwa Alam,
Seperti letusan gunung berapi, gempa bumi, angin topan.
2. Kerusakan Lingkungan Hidup Karena
Faktor Manusia
Seperti penebangan hutan secara liar, Perburuan liar, merusak hutan
bakau,
penimbunan rawa-rawa untuk pemukiman, dan lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Albani Nasution,
Muhammad Syukri., dkk. 2015. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jawa Tengah:
PT Raja Grafindo Persada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar